Mekkah Tanah Gersang Namun Berlimpah Buah-Buahan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 26 Mei 2026
- Dilihat 474 Kali
Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Pembimbing Ibadah Haji Kloter SUB 74 & Ketua Prodi. Doktor Ilmu Syariah UIN Madura)
Buah-buahan melimpah di Mekkah dan Madinah. Itulah fakta dan realitasnya. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa Mekkah dan Madinah itu cuma menghasilkan buah kurma saja, atau di beberapa bagian juga menghasilkan tin dan zaitun. Siapa yang tidak kenal dan tahu pada kurma. Anak kecil saja tahu. Hal tersebut karena begitu terkenalnya kurma di seluruh dunia, tak terkecuali di negeri kita yang subur.
Kurma bahkan menjadi ikon buah-buahan, bukan hanya di Arab Saudi, khususnya Madinah. Akan tetapi juga menjadi sumber pendapatan perkebunan yang sangat produktif di Timur Tengah yang banyak menghasilkan kurma. Bahkan kurma yang tumbuh subur, khususnya di Madinah, itu dapat memenuhi hasrat atau kebutuhan seluruh jemaah haji dari berbagai negara di dunia untuk merasakan dan mengkonsumsi kurma, baik itu kurma ajwa, baik itu dalam bentuk kurma sukari maupun rutob dan lain sebagainya. Bahkan kurma juga telah diekspor ke berbagai negara termasuk di Indonesia. Jika kita ingin makan kurma setiap saat atau tiap hari, kita tinggal mencari di toko-tokoh kurma, yang biasanya penyedianya adalah orang-orang keturunan Arab. Maka kurma sangat ikonik berhubungan dengan Arab terutama Mekkah dan Madinah.
Akan tetapi jangan pernah salah sangka, sehingga kita hanya mengira di Mekkah dan Madinah itu adanya hanya kurma yang banyak. Pada realitisnya buah-buahan di Mekkan dan Madinah itu sangat melimpah, bahkan juga lebih banyak ketimbang di daerah kita yang banyak menghasilkan buah. Malah banyak buah-buahan yang dibagikan percuma secara gratis kepada para pendatang atau musafir, terutama jemaah haji dan umroh. Dan jika kita ingin membeli buah-buahan itu di sekitar pemondokan, sudah banyak berderet dengan harga yang sangat terjangkau. Bayangkan satu kilo pisang itu kisarannya 5 real, yang setara dengan 20.000 rupiah dan itu banyak variasinya. Buah-buahan yang ada biasanya pisang, ada apel dan sebagainya. Dua macam buah ini yang sering dibagikan secara gratis. Demikian juga anggur dan buah-buahan lainnya.
Belum lagi sayur-sayuran juga yang bervariasi, mulai dari wortel, kubis, buncis, kangkung dan sebagainya yang banyak dijual di pasar atau yang di kedai-kedai yang ada di sekitar Mekkah dan Madinah. Bahkan orang yang menjual sayuran masak atau olahan pun banyak di Mekkah dan Madinah. Makanya jangan heran kalau di Mekkah dan Madinah itu buah-buahan juga sangat berlimpah. Namun pertanyaan kita, dari mana datangnya buah-buahan itu? Padahal di Mekkah dan Madinah itu tidak dijumpai buah-buahan seperti itu atau kebun yang menghasilkan. Kebun buah itu tidak ada di Mekkah dan Madinah, Akan tetapi masalah buah-buahan memang sangat berlimpah, bahkan buah-buahan yang disedekahkan untuk dinikmati oleh orang banyak pun sangat banyak. Itulah keberkahan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada tanah Mekkah dan Madinah, sehingga walaupun tidak bisa ditumbuhi oleh tanaman yang menghasilkan buah, tapi buahnya sangat banyak dan bisa dijumpai di setiap sudut jalan untuk kita bisa membelinya.
Ternyata, berlimpahnya buah di Mekkah bersumber dari impor global dan daerah subur seperti Thaif, yang jaraknya sekitar 80 km dari Mekkah. Itulah sebabnya buah-buahan di Arab Saudi sangat melimpah dan bervariasi. Dari kurma yang legendaris hingga buah tropis seperti rambutan, persik, dan buah Tin, semuanya tersedia dengan mudah, terutama di pasar induk seperti Al Kakkiyah di Makkah. Ketersediaan buah di Arab Saudi yang beragam mencukupi kebutuhan dan rasa penasaran Jemaah haji. Kota Thaif terkenal sebagai lumbung buah yang subur, menghasilkan buah tin, delima, anggur, hingga persik. Buah segar banyak dijumpai di Pasar Al Kakkiyah di Mekkah. Thaif juga terkenal dengan kawasan pertaniannya. Buah lokal yang manis bisa langsung dipetik dari kebunnya. Tidaklah mengherankan jika di Mekkah dibanjiri dengan buah yang bervariasi dan sayur-mayur yang juga bervariasi. Ternyata Arab Saudi memiliki sentra perkebunan buah dan pertanian yang sangat menjanjikan, yaitu di Thaif. (Mekkah, 25 Mei 2026/9 Dzulhijjah 1447 H).
Editor: Achmad Firdausi