Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Pemuda dan Perubahan

  • Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
  • Senin, 27 Oktober 2025
  • Dilihat 759 Kali
Bagikan ke

 

Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag. 

(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)

Pemuda yang kreatif dan inovatif sering disimbolkan sebagai agent of social change, sebagai generasi yang mewarnai perubahan sosial. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh sejarah, hampir satu abad yang lalu para pemuda Indonesia bersatu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 mereka dengan semangat yang sangat membara mengumandangkan sumpah pemuda; Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda menjadi tonggak sejarah perubahan bagi bangsa Indonesia, khususnya para pemuda. Sumpah tersebut telah menggugah kesadaran para pemuda untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia untuk bersatu melawan tirani kaum kolonial Belanda. Semangat pemuda merupakan modal yang sangat berharga bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.

Bung Karno pernah mengatakan, berikan kepadaku 1000 orang dewasa, akan kucabut gunung Semeru dari akarnya. Berikan kepadaku 10 pemuda, akan kugoncangkan dunia. Ungkapan tersebut mengisyaratkan betapa dahsyatnya power yang dimiliki oleh pemuda. Dengan power tersebut pemuda akan menentukan derap langkah bangsa Indonesia, bukan hanya pada masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan, bahkan di masa mempertahankan dan juga memperjuangkan harkat dan martabat bangsanya, pemuda selalu menjadi harapan seluruh elemen bangsa.

Sumpah pemuda merupakan simbol dari kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang digaungkan oleh kalangan pemuda. Pemuda merupakan agen pembawa perubahan. Kaum muda pula yang bergerak mempersatukan para tokoh bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan akhirnya menjadi negara Indonesia. Begitu besar potensi yang dimiliki oleh para pemuda, sehingga potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar bangsa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Sosok pemuda adalah mereka yang berani menampilkan kemampuan dirinya, tidak bergantung kepada siapapun. Pemuda adalah mereka yang mampu berdikari, tidak mengandalkan siapa orang tuanya dan siapa yang akan mengorbitkannya. Pemuda adalah mereka yang lantang menyuarakan inilah kita, inilah pemuda, inilah pemuda Indonesia dan bukan pemuda yang hanya memamerkan siapa bapaknya dan  siapa penguasanya.

Maka tidak heran jika pemuda merupakan harapan bangsa yang selalu digadang-gadang untuk membawa perubahan ke arah perbaikan dan pencerahan kehidupan bangsa. Dari pemudalah nantinya akan tampil sebagai pemimpin bangsa Indonesia dan mereka juga nantinya yang akan menakodai perjalanan bangsa Indonesia ke depan ke mana arah perjalanan bangsa ini akan dibawa, maka pemuda yang akan memegang kendalinya. Oleh karena itu tetaplah kobarkan semangat kaum muda, karena di pundak mereka lah nasib bangsa ini dipertaruhkan.

Pemuda hari ini diisi oleh mereka yang berstatus sebagai pelajar,  mahasiswa, santri dan lain sebagainya. Dari merekalah kita berharap akan kemajuan bangsa ini. Kemajuan bangsa banyak bergantung kepada partisipasi dan kontribusi kalangan pelajar, mahasiswa dan santri untuk selalu memberikan hal-hal yang positif kepada bangsanya. Karena merekalah yang berani untuk mengatakan apa yang bisa kita persembahkan untuk bangsa kita, dan bukan apa yang bisa diberikan oleh bangsa ini kepada kita. Semangat mereka sebagai pengabdi dan pejuang, bukan semangat pecundang. Selamat hari sumpah pemuda.

 


Editor: Achmad Firdausi