Menteri Agama RI Launching Alih Bentuk IAIN menjadi UIN Madura dan Penganugerahan Rekor MURI
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Minggu, 30 November 2025
- Dilihat 304 Kali
Pamekasan | Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi mengukuhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura setelah beralih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura pada Sabtu (29/11/2025), bertempat di Ballroom Gedung Rektorat Lt.4 UIN Madura. Prosesi launching perubahan status tersebut menandai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Madura.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menyampaikan ucapan selamat atas perubahan status tersebut. Menurutnya, transformasi IAIN Madura menjadi UIN Madura bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bentuk keberkahan Allah SWT atas kesungguhan dan kerja keras sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa proses peralihan status ini berlangsung cepat bukan karena faktor kedekatan personal atau relasi politik, melainkan karena seluruh persyaratan telah dipenuhi secara objektif dan sesuai aturan yang berlaku.
“Saya secara pribadi memberikan apresiasi kepada UIN Madura. Proses pengajuannya sangat rapi dan memenuhi standar. Tidak ada pendekatan khusus yang melanggar. Ini betul-betul hasil keringat dan kerja kolektif sivitas akademika,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menag juga mendorong UIN Madura untuk menjadi pusat rujukan kajian keislaman dan kebudayaan Madura. Ia berharap UIN Madura mampu menjaga dan mengembangkan warisan intelektual lokal sehingga siapa pun yang ingin mempelajari keunikan Madura dapat datang ke kampus tersebut. Menurutnya, UIN Madura diharapkan melahirkan perspektif baru tentang Madura (The New Perspective of Madura) sebagai kawasan dengan kekayaan geo-intelektual yang cerdas dan berlapis.
“Kita ingin menampilkan Madura dalam beragam wajah, salah satunya sebagai kawasan geo-intelektual yang cerdas,” harapnya.
Lebih lanjut, Imam Besar Masjid Istiqlal itu menekankan pentingnya peran kampus sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Ia mengajak mahasiswa menjadikan kampus sebagai “Gua Hira”, tempat menempa diri menjadi kader pemimpin umat dan bangsa yang brilian melalui tradisi keilmuan yang kuat.
“Ajaklah mahasiswa menjadikan kampus ini sebagai Gua Hira-nya mereka. Di sinilah kita akan melakukan pembinaan dan pelatihan untuk melahirkan kader-kader pemimpin umat dan pemimpin bangsa yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, di hadapan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan dua hal penting. Pertama, ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Agama RI beserta jajaran yang hadir di kampus Taneyan Lanjhang sebagai simbol pengembangan keilmuan Islam integratif. Rektor menegaskan bahwa transformasi kelembagaan dari IAIN Madura menuju UIN Madura dibangun di atas konsep filosofis khas Madura, yakni “Tanean Lanjhang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif”. Menurutnya, filosofi tersebut, menjadi titik pijak bagi pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang integratif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“konsep Kampus Taneyan Lanjhang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif, yakni kampus yang berbasis pada integrasi keilmuan Islam dengan budaya Madura. Nilai keislaman, kearifan lokal (budaya), dan pengembangan ilmu pengetahuan modern menjadi tiga pilar utama pengembangan kampus.” Tegas Rektor.
Kedua, Rektor menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terwujudnya perubahan status dari IAIN Madura menjadi UIN Madura yang membuka peluang lahirnya program studi baru lintas keilmuan.
“Transformasi ini tidak hanya berhenti pada perubahan nama, tetapi juga menghadirkan visi baru dalam melahirkan inovasi, utamanya dalam membuka prodi umum dibidang sains dan teknologi.“ harapnya.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama RI sebagai simbol resmi alih bentuk IAIN Madura menjadi Universitas Islam Negeri Madura. Acara kemudian dilanjutkan:
- Penyerahan Madura Charter dan dua buku ilmiah, yaitu Falsafah Keilmuan Kampus Taneyan Lanjhang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif, serta buku Islam dan Budaya Madura dari Rektor kepada Menteri Agama.
- Peresmian dua gedung baru, yaitu Gedung Layanan Akademik Terpadu SBSN 2024 dan Gedung ORMAWA UIN Madura, ditandai dengan penandatanganan prasasti.
- Penyerahan naskah transliterasi terjemah Al-Qur’an Bahasa Madura dalam Carakan Madura (Juz 1–10).
Puncak prestasi malam itu adalah penganugerahan Rekor MURI kepada UIN Madura atas karya monumental transliterasi terjemah Al-Qur’an ke dalam aksara Madura, sebuah warisan budaya yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Acara resmi ditutup dengan sesi foto bersama Menteri Agama RI, pejabat Kemenag, pimpinan UIN Madura, serta jajaran Forkopimda Pamekasan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi