Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Menyatukan Ilmu dan Tradisi: UIN Madura Bahas Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal

  • Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
  • Kamis, 13 November 2025
  • Dilihat 205 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peningkatan Kompetensi Dosen: Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal Madura” pada Kamis (13/11/2025) di Auditorium Utama UIN Madura.

Kegiatan ini dihadiri oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. KH. Abdul A’la Basyir, sebagai pemateri utama. FGD tersebut menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk memperdalam pemahaman tentang integrasi nilai-nilai lokal Madura dalam pengembangan pendidikan Islam modern.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Madura, Dr. H. Buna’i, S.Ag., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ilmiah semacam ini untuk memperkaya khazanah keilmuan dosen sekaligus memperkuat karakter keislaman dan kemaduran dalam praktik pendidikan.

“Pendidikan Islam di Madura memiliki akar tradisi yang sangat kuat, baik dari sisi spiritualitas maupun sosial budaya. Melalui FGD ini, kita tidak hanya belajar tentang konsep pendidikan Islam, tetapi juga menggali nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi ruh masyarakat Madura. Inilah modal penting untuk membangun paradigma pendidikan Islam yang kontekstual, berakar, dan berdaya saing,” ungkap Buna’i dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa penguatan kompetensi dosen harus terus diarahkan tidak hanya pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pada penghayatan nilai-nilai lokal yang selaras dengan prinsip moderasi beragama.

“Dosen memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan. Kearifan lokal harus menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mahasiswa tidak tercerabut dari identitas budaya dan spiritualnya,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Dr. KH. Abdul A’la Basyir menekankan pentingnya pendidikan Islam yang mampu membaca realitas sosial dan budaya masyarakat. Ia mengajak peserta untuk menjadikan kearifan lokal sebagai sumber inspirasi pedagogis dan moral, bukan sekadar warisan budaya.

Kegiatan FGD turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, beserta para Wakil Dekan I, II, dan III, seluruh dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Madura.

 


Penulis: Achmad Firdausi