S2 Tadris Bahasa Inggris Segera Hadir, UIN Madura Jalani Asesmen Lapangan
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Senin, 8 Desember 2025
- Dilihat 288 Kali
Pamekasan | Pascasarjana UIN Madura melaksanakan asesmen lapangan untuk pembukaan Program Studi baru Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris pada Sabtu (06/12/2025), bertempat di Aula Pascasarjana. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan, Dr. Agus Fatkhullah selaku Subdit Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, serta dua asesor, yakni Prof. Dr. Fauzan, M.A., dan Prof. Dr. H. Imam Fu’adi, M.Ag.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa usulan pembukaan Prodi Magister Tadris Bahasa Inggris (MTBI) merupakan kelanjutan dari pengembangan program studi sebelumnya.
“Usulan prodi TBI ini memang bagian yang tidak terpisahkan dari prodi-prodi yang kita ajukan sebelumnya. Meskipun prosesnya datang agak lambat, insyaallah hasil dan performanya tidak mengecewakan. Secara institusional, kami memiliki banyak modal yang telah disiapkan,” ujarnya.
Rektor kemudian memaparkan tiga modal utama UIN Madura dalam pembukaan prodi baru ini. Pertama, kebutuhan alumni yang sejak 2007 belum banyak melanjutkan studi ke kota-kota besar seperti Malang atau Surabaya.
“Insyaallah banyak alumni yang membutuhkan jenjang S2 TBI di sini,” ungkapnya.
Kedua, usia dan kematangan Prodi S1 TBI yang sudah berkembang dengan baik dan menjadi modal sosial penting dalam membuka jenjang S2. Ketiga, UIN Madura kini tengah menguatkan tata kelola jurnal, khususnya tiga jurnal di bidang bahasa, yang diharapkan menjadi ekosistem publikasi ilmiah bagi mahasiswa pascasarjana di masa mendatang.
Rektor juga menegaskan bahwa asesmen lapangan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen kecukupan yang telah diapresiasi oleh Kementerian Agama.
“Tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan izin operasional Prodi S2 Tadris Bahasa Inggris Pascasarjana UIN Madura. Inilah yang ditunggu-tunggu masyarakat Madura,” tegasnya.
Prof. Dr. H. Imam Fu’adi, M.Ag., selaku asesor menyampaikan bahwa UIN Madura hanya perlu menguatkan beberapa komponen penting.
“Hanya perlu penguatan beberapa komponen saja yang harus di verifikasi dan dipastikan memiliki prasarana cukup, kurikulum sudah terstruktur dengan baik, dan terutama kesiapan dosen. Kalau semua sudah siap, bisa segera kita selesaikan,” ujarnya.
Sementara itu asesor lainnya, Prof. Dr. Fauzan, M.A., yang juga bertindak sebagai asesor menegaskan pentingnya kualitas dosen sebagai faktor utama berjalannya prodi S2.
“Dosen itu menjadi palang pintu keberlangsungan prodi. Ketika dosen memenuhi kualifikasi, saya kira tidak ada alasan menolak usulan dari UIN Madura untuk pembukaan prodi baru ini. Prinsip kami adalah membantu dan memfasilitasi, serta mencatat apa yang memang ada di lapangan,” jelasnya.
Prof. Fauzan juga menyoroti tiga aspek penting dalam pengajuan Prodi S2 Tadris Bahasa Inggris. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa unsur pertama dan paling menentukan adalah ketersediaan dosen yang memenuhi kualifikasi dan kapasitas keilmuan.
“Dosen adalah palang pintu keberlangsungan prodi. Jika unsur ini terpenuhi, kami tentu tidak akan menolak usulan dari UIN Madura,” ujarnya.
Aspek kedua yang ditekankannya adalah dukungan sarana dan prasarana, yang memiliki kebutuhan berbeda antara S1 dan S2. Ia menyebut bahwa beberapa catatan terkait daya dukung sarana prasarana (sarpras) telah ditemukan dalam borang dan akan dibahas lebih lanjut.
Aspek ketiga adalah distingsi kurikulum, yaitu keunikan dan keunggulan yang harus ditonjolkan agar Prodi S2 TBI UIN Madura memiliki perbedaan nyata dibandingkan prodi serupa di kampus lain.
“Jika tidak ada keunggulan atau keunikan yang ditampilkan, lalu apa bedanya dengan prodi TBI di UIN Sunan Ampel Surabaya atau UIN Maulana Malik Ibrahim Malang” tegasnya.
Prof. Fauzan juga menjelaskan bahwa proses pengajuan prodi tidak berhenti pada asesor, tetapi akan dilanjutkan ke LAMDIK sebagai lembaga akreditasi mandiri. Karena itu, ia berharap seluruh catatan yang diberikan dapat ditindaklanjuti agar proses pembukaan prodi dapat berjalan lancar hanya dalam satu kali asesmen.
“Tentu kami berharap asesmen lapangan seperti ini cukup dilakukan satu kali hingga selesai,” tutup Prof. Fauzan.
Dengan terselenggaranya asesmen lapangan ini, harapan besar muncul dari sivitas akademika UIN Madura dan masyarakat luas, khususnya para alumni Tadris Bahasa Inggris, agar izin operasional Prodi S2 Tadris Bahasa Inggris dapat segera terbit dan memperkuat pengembangan kelembagaan UIN Madura ke depan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi