LSP UIN Madura Serahkan 45 Sertifikat Kompetensi, Rektor Tegaskan Peran Strategis dalam Daya Saing Lulusan
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Rabu, 21 Januari 2026
- Dilihat 250 Kali
Pamekasan | Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Madura melaksanakan kegiatan Sosialisasi LSP sekaligus Penyerahan Sertifikat Kompetensi kepada 45 peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi, bertempat di Gedung Rektorat Lantai 2 UIN Madura, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Madura, Wakil Rektor I, II, dan III, para Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, serta mahasiswa penerima sertifikat kompetensi. Momentum ini menjadi penegasan komitmen UIN Madura dalam memperkuat kualitas dan daya saing lulusan melalui pengakuan kompetensi profesional yang terstandar secara nasional.
Dalam sambutan laporannya, Direktur LSP UIN Madura, Mad Sa’i, M.Pd.I., menyampaikan bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir, LSP UIN Madura telah menerbitkan 198 sertifikat kompetensi. Rinciannya, 69 sertifikat pada tahun 2024, 84 sertifikat pada tahun 2025, dan 45 sertifikat pada tahun 2026.
“Mahasiswa yang menerima sertifikat ini adalah mahasiswa terpilih. Dengan sertifikat kompetensi ini, mereka dipastikan telah memiliki kompetensi tambahan di luar profil lulusan akademik yang akan diperoleh saat menyelesaikan studi,” ujar Mad Sa’i.
Ia menegaskan bahwa sertifikat kompetensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai penguat portofolio profesional, khususnya saat memasuki dunia kerja.
“Silakan sertifikat ini digunakan dengan sebaik-baiknya, terutama sebagai nilai tambah ketika melamar pekerjaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mad Sa’i menjelaskan bahwa saat ini LSP UIN Madura telah memiliki 29 skema sertifikasi yang dapat diikuti oleh seluruh program studi, baik jenjang Sarjana (S1) maupun Magister (S2).
“Dengan 29 skema yang dimiliki, LSP UIN Madura semakin mampu menguatkan kompetensi lulusan agar lebih siap dan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, dalam arahannya, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran LSP UIN Madura tidak terlepas dari peran strategis Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama dalam menginisiasi dan mengawal pembentukan lembaga tersebut.
“Lahirnya LSP UIN Madura ini tidak bisa dilepaskan dari jasa Wakil Rektor III. LSP ini menjadi instrumen penting dalam penguatan kualitas lulusan UIN Madura,” tegas Rektor.
Ia juga menyampaikan bahwa UIN Madura memiliki posisi strategis di tingkat nasional dalam pengelolaan LSP.
“UIN Madura merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Madura yang memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi, dan kita menjadi penyelenggara LSP keempat dari seluruh PTKIN di Indonesia sejak tahun 2023,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa dari 11 PTKIN yang beralih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), hanya UIN Madura yang memiliki Organisasi Tata Kerja (Ortaker) LSP yang secara resmi diakui oleh Kementerian PANRB. Dan hal ini adalah kekuatan kelembagaan yang harus terus kita jaga dan kembangkan.
Ke depan, Rektor berharap LSP UIN Madura dapat memperluas jejaring dan membangun kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri agar terjadi keselarasan antara kompetensi mahasiswa dan kebutuhan pasar kerja.
“LSP harus semakin dekat dengan dunia usaha dan dunia kerja, terutama instansi dan lembaga yang menjadi pengguna lulusan UIN Madura, sehingga kompetensi yang dibangun benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan,” pungkasnya.
Penulis: Achmad Firdausi