Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Upacara HAB Ke-80 Kemenag RI di UIN Madura, Rektor: Tekankan Kerukunan sebagai Energi Kebangsaan

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Sabtu, 3 Januari 2026
  • Dilihat 200 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Sabtu (03/01/2026), bertempat di halaman Gedung Pascasarjana UIN Madura. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Upacara tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Madura, Kepala Biro AUAK UIN Madura, para Wakil Rektor I, II, dan III, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan UIN Madura.

Bertindak selaku pembina upacara, Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan amanat dengan membacakan sambutan Menteri Agama RI pada Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama.

Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama yang telah memasuki usia 80 tahun.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat dan limpahan rahmat-Nya, pada hari yang berbahagia ini kita dapat mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dalam keadaan sehat wal afiat,” kutip Rektor membacakan sambutan Menteri Agama.

Rektor menegaskan bahwa tema HAB ke-80 bukan sekadar slogan seremonial, melainkan pesan strategis kebangsaan.

“Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan. Kerukunan adalah sinergi produktif yang merajut perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk.

“Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa. Karena itu, Kementerian Agama hadir untuk menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan,” lanjut Rektor.

Memasuki usia delapan dekade, peran Kementerian Agama semakin luas dan strategis, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

“Sepanjang tahun 2025, kita membangun fondasi ‘Kemenag Berdampak’. Ini bukan slogan, tetapi kerja nyata yang manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Rektor juga menyoroti pentingnya transformasi digital dan penguatan ekonomi umat melalui lembaga keagamaan.

“Transformasi digital menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan dekat dengan umat. Di sisi lain, penguatan zakat, wakaf, dan ekonomi sosial keagamaan menjadi penggerak kemandirian umat,” tambahnya.

Dalam konteks tantangan global, amanat Menteri Agama yang dibacakan Rektor turut menekankan pentingnya penguasaan dan pengawalan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Kita harus memastikan AI tidak hampa nilai. Algoritma masa depan harus diwarnai nilai ketuhanan, kemanusiaan, moderasi, dan persatuan,” ucap Rektor.

Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama, termasuk sivitas akademika UIN Madura, untuk terus bertransformasi dan bersinergi.

“Dengan semangat pengabdian yang berdampak, penguasaan teknologi yang beretika, serta komitmen pada kerukunan, kita optimistis dapat mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

 


Penulis: Achmad Firdausi                          Fotografer: Ahmad Suyitno