Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Prof. Nasir Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural Indonesia

  • Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
  • Selasa, 28 Oktober 2025
  • Dilihat 723 Kali
Bagikan ke

Sumenep | Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.A., PH.D., narasumber dari UIN Mataram menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kerukunan dan kedamaian bangsa. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Workshop Duta Moderasi Beragama UIN Madura Angkatan II Tahun 2025 di Hotel Kaberaz, Sumenep, pada Senin 27/10/2025.

Dalam pemaparannya yang bertema “Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural Indonesia”, Prof. Nasir menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama adalah prasyarat mutlak bagi terwujudnya tatanan sosial yang damai dan harmonis. Ia mengutip definisi kerukunan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006, yakni hubungan antarumat beragama yang dilandasi toleransi, saling menghormati, dan kerja sama dalam bingkai NKRI.

“Menafikan pembangunan kehidupan beragama yang rukun sama artinya dengan membiarkan potensi munculnya ketegangan dan konflik,” tegasnya.

Prof. Nasir juga menyoroti pentingnya moderasi beragama bukan sebagai upaya mengubah ajaran agama, melainkan untuk menata cara pandang dan praktik keberagamaan agar tetap seimbang, tidak ekstrem, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Menurutnya, umat Islam sebagai “ummatan wasathan” sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah ayat 143, memiliki tanggung jawab menjadi saksi atas perilaku manusia dan menebarkan nilai keadilan, keseimbangan, dan kasih sayang.

Lebih lanjut, Guru Besar UIN Mataram tersebut menguraikan sembilan prinsip moderasi beragama yang mencakup nilai kemanusiaan, keadilan, toleransi, komitmen kebangsaan, penghormatan terhadap tradisi, serta anti kekerasan. Ia juga menyoroti tantangan kerukunan di era modern seperti fanatisme, politik identitas, penyebaran hoaks, serta rendahnya pendidikan toleransi di kalangan muda.

“Mahasiswa sebagai Duta Moderasi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai perdamaian dan toleransi, menjadi agen edukasi, serta menggunakan media digital secara positif untuk menyebarkan pesan damai,” ujar Prof. Nasir.

Di akhir sesi, ia mengajak para peserta untuk menjadi pelopor dialog lintas iman dan agen perdamaian di kampus serta masyarakat luas. Moderasi beragama, menurutnya, bukan sekadar konsep akademik, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menebarkan kasih, adil, dan berimbang dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi