Oleh: Abdul Wafi, M.Pd. (Kepala UPT Bahasa UIN Madura) Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi kita untuk merefleksikan peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan kontribusi mereka dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Di era globalisasi ini, menguasai bahasa dunia seperti bahasa Inggris dan Arab bukan lagi sekadar...
Oleh: Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. (Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Madura dan Ketua Yayasan Pakem Maddhu) Hari Santri yang diperingati setiap tahun bertepatan 22 Oktober memiliki makna strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia khususnya bagi kalangan pesantren di pulau Madura. Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali...
Oleh: Affan, M.M. (Mahasiswa Program Doktor Pascasarjana UIN Madura) Berdasarkan data EMIS Tahun 2024, jumlah pesantren mencapai 41.286 lembaga, dengan jumlah santri sebanyak 3.339.536, dan jumlah pengajar serta tenaga kependidikan sebanyak 284.662 (Kosim: 2025). Akan tetapi, akhir-akhir ini pesantren bertambah masyhur dan booming pasca ‘ujian-ujian’ yang terjadi di beberapa pesantren...
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag. (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura) Jas Hijau merupakan ungkapan sarat makna yang dimunculkan sebagai balance terhadap ungkapan yang sudah viral dan masif sebelumnya, yakni Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Bung Karno agar bangsa ini tidak...
Oleh: Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. (Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Madura dan Ketua Yayasan Pakem Maddhu) Bulan Oktober selalu terasa istimewa bagi bangsa Indonesia. Kita mengenalnya sebagai Bulan Bahasa, sebuah momentum untuk merayakan lahirnya bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Di balik sejarah Sumpah Pemuda 1928, kita sering mendengar nama-nama besar tokoh...
Oleh: Dr. Syukron Affani, M.S.I. (Ketua Pusat Kajian Pesantren dan Madurologi UIN Madura) Saat Gus Ulil melayani Guru Gembul dalam diskusi di channel Youtube Cokro TV, tampak sekali ketimpangan dan jarak kedalaman pemahaman tentang dunia pesantren di antara keduanya. Gus Ulil, yang dulu jauh lebih “nakal” dari Guru Gembul dan...